Berusaha Menyenangkan Tuhan

Tags :
Date :17 Desember 2015

Roma 7:19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat

Pernahkah anda suatu hari, pada pagi hari, mengambil keputusan untuk hidup menyenangkan Allah? Seharian itu anda berusaha dengan sekuat tenaga berusaha untuk melakukan apa yang baik, bertutur kata yang baik, tersenyum pada semua orang, dan bersikap yang baik dan anda mendapatkan banyak cobaan dan godaan untuk melanggar semua keinginan baik anda sampai kemudian pada malam hari saat anda berdoa, anda menemui banyak ketidaksempurnaan dari yang anda lakukan hari itu? Saya pernah mengalami hal ini! Betapa sulitnya saat anda sudah mengambil keputusan untuk berbuat baik seharian penuh tetapi ternyata semuanya tidak berjalan sesuai rencana. Mulai dari jalanan macet saat akan berangkat ke tempat kerja, pengendara lain yang menyerobot kendaraan, tekanan pekerjaan di tempat kerja, kelelahan, perkataan orang lain dan sebagainya. Semua hal ini bisa mendorong kita untuk marah, mengumpat dan sebagainya dan hal ini jika dilakukan berarti kita sudah keluar dari jalur yang sebenarnya ingin kita lakukan.

Paulus dalam surat Roma berdasarkan pengalamannya bahwa dia sudah berusaha untuk melakukan apa yang baik, yang menyenangkan Allah dari apa yang sudah dia pelajari dari Hukum Taurat, tetapi hasil dari yang ia perbuat adalah ia malahan menyakiti hati Allah, Paulus juga malah menyiksa para pengikut Kristus dengan pikiran bahwa perbuatannya itu menyenangkan hati Allah.
Saudaraku yang saya kasihi di dalam Kristus, menyenangkan hati Allah tidak bisa kita lakukan dengan tekad kita. Sekuat apapun tekad dan keinginan kita, kita tidak akan mampu melakukannya. Misal-pun kita berhasil melakukan semua rencana kita untuk berbuat baik seharian, belum tentu apa yang sudah kita lakukan itu menyenangkan hati Tuhan karena perbuatan yang baik belum tentu perbuatan yang benar di hadapan Tuhan. Betapa sulitnya untuk kita berbuat hal yang menyenangkan hati Tuhan!
Tapi terpujilah Tuhan, kebenaran kita dihadapan Tuhan bukan dilihat dari perbuatan kita, tapi dilihat dari pembenaran Kristus atas kita. Tindakan untuk menyenangkan hati Tuhan bergantung pada kasih karunia Allah bukan dari tekad kita. Bukan berarti kita tidak boleh bertekad untuk menyenangkan hati Tuhan, tetapi hendaknya kita tidak mengandalkan diri dan merasa mampu untuk melakukan hal yang menyenangkan hati Tuhan. Bergantunglah kepada kasih karunia Allah karena tanpa kasih dan karunia-Nya tidak ada seorangpun yang dapat menyenangkan hati Allah. Amin