Mengampuni Orang Lain

Tags :
Date :17 Desember 2015

Matius 6:14-15 "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Masih ingat perumpamaan Yesus mengenai seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya? Raja ini diperhadapkan dengan seseorang yang berhutang sebanyak sepuluh ribu talenta, raja ini berniat untuk menjual orang ini beserta dengan anak dan istrinya karena orang ini tidak sanggup membayar hutangnya. Akan tetapi, orang ini langsung sujud menyembah kepada raja dan memohon pengampunan. Hati sang raja tergerak oleh belas kasihan sehingga kemudian raja membebaskan orang ini dari segala hutangnya tanpa orang ini perlu membayar apa-apa. Sungguh luar biasa! Ketika orang ini keluar, orang ini menjumpai kawannya yang juga merupakan hamba dari sang raja. Kawannya ini berhutang seratus dinar kepada orang ini. Apa yang kemudian terjadi? Orang ini mencekik kawannya dan menagih hutang kawannya itu. Saat kawannya tidak sanggup membayar hutang, orang ini memasukkannya ke dalam penjara. Saat diketahui oleh sang raja atas tindakan dari orang ini, maka marahlah sang raja kemudian menyerahkan orang ini ke tangan algojo-algojo sampai orang ini membayar hutangnya.

Tentu saja sangatlah mudah untuk berbicara mengenai pengampunan, tapi sangatlah sulit untuk mempraktekan hal ini. Adakah orang yang harus anda ampuni? Jangan menunggu sampai orang tersebut meminta maaf kepada anda. Bebaskan orang itu dari hutang kesalahannya sebelum orang itu datang kepada anda untuk meminta maaf.
Mengampuni bukan berarti berpura-pura bahwa sesuatu tidak pernah terjadi. Mengampuni tidak berarti mengatakan bahwa sesuatu yang terjadi itu baik atau benar. Mengampuni bukan berarti mengijinkan orang-orang bertindak seenaknya kepada kita. Mengampuni juga tidak berarti kita bersedia menerima hinaan. Mengampuni adalah suatu pilihan yang kita buat untuk melepaskan seseorang dari hutangnya kepada kita. Jujurlah tentang perasaan kita tapi kemudian taatlah kepada Firman.
Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu (Efesus 4:31-32). (yys)