Perekonomian Dunia dan Indonesia

Tags :
Date :04 Desember 2015

Perekonomian dunia secara umum merujuk kepada perekonomian nasional semua negara di dunia. Perekonomian dunia tidak dapat dipisahkan dari faktor geografi dan ekologi bumi. Globalisasi yang terjadi di abad 20 ini menyebabkan bangkitnya perekonomian dunia atau sering pula disebut perekonomian global. Globalisasi perekonomian dimaknai sebagai satu kegiatan ekonomi dan perdagangan dimana seluruh Negara didunia ini menjadi satu kekuatan pasar yang terintegrasi tanpa batasan teritorial suatu Negara. Globalisasi perekonomian ini akan membuka satu peluang dari pasar dalam negeri keluar negeri sekaligus memungkinkan masuknya produk global ke pasar lokal dan menjadikan tingkat persaingan lokal semakin tajam.

Wujud nyata dalam globalisasi perekonomian adalah : Globalisasi produksi, globalisasi pembiayaan, globalisasi tenaga kerja, globalisasi jaringan informasi dan globalisasi perdagangan. Hal-hal tersebut menjadikan produksi satu produk tidak lagi dilakukan pada satu Negara tetapi bagian / part tertentu diproduksi di Negara lain hal ini sangat menunjang efisiensi ( perhatikan konsep Supply Chain ), sedangkan untuk pembiayaan yang dibutuhkan oleh satu produsen di negara tertentu dapat saja dibiayai oleh berbagai lembaga keuangan / perorangan di belahan dunia yang berbeda. Di bidang ketenagakerjaan sangat perlu menjadi perhatian semua orang di berbagai profesi atau berbagai bidang, tidak adanya batasan antara negara menjadikan setiap manusia harus meningkatkan kemampuan / kompetensinya termasuk soft skill karena harus bersaing dengan berbagai manusia dengan berbagai kompetensinya dari berbagai belahan dunia sementara sedikitnya pasar / daya serap dunia kerja. Kemajuan bidang informasi teknologi saat ini menjadikan segala hal berputar ( = tersebar ) semakin cepat, tidak ada lagi daerah / wilayah yang tidak terjamah oleh internet. Selayaknya jika semua anak-anak Tuhan untuk terus meningkatkan profesionalitas dan iman percayanya sehingga eksistensinya semakin baik dalam segala pekerjaan yang Tuhan percayakan dan yakinlah bahwa kita akan menerima janjinya bahwa Tuhan merencanakan untuk kita hari depan yang penuh harapan dan damai sejahtera.

Perekonomian dunia / global saat ini berada ditangan 12 negara yang menguasai 2/3 ekonomi dunia dan 59% populasi global. Menurut data dari The International Comparison Program ( ICP ) yang dirilis bank dunia menyampaikan bahwa 6 dari 12 negara tersebut adalah Negara dengan pendapatan menengah . 12 Negara tersebut mengacu pada nilai Pendapatan Domestik Bruto selama dekade 2000 - 2015, data Bank Dunia itu adalah sbb :

URUTAN

2000

2005

2010

2015 (prediksi)

1

Amerika Serikat

Amerika Serikat

Amerika Serikat

Amerika serikat

2

Jepang

Jepang

RRT

RRT

3

Jerman

Jerman

Jepang

Jepang

4

Britania Raya

Britania Raya

Jerman

Jerman

5

Perancis

RRT

Perancis

Perancis

6

RRT

Perancis

Britania Raya

Brasil

7

Italia

Italia

Brasil

Britania Raya

8

Kanada

Kanada

Italia

Rusia

9

Brasil

Spanyol

India

India

10

Meksiko

Brasil

Kanada

Italia

11

Spanyol

Meksiko

Rusia

Kanada

12

Korea Selatan

Korea Selatan

Spanyol

Australia

 

Dampak Positif Perekonomian global :

  1. Globalisasi menjadikan spesialisasi perdagangan, efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi serta output makin bertambah yang selanjutnya meningkatkan juga pendapatan masyarakat. Dalam kajian teori apabila pendapatan masyarakat secara makro bertambah maka besarnya konsumsi dan tabungan juga akan bertambah.
  2. Globalisasi perekonomian menjadikan perdagangan bebas meningkat. Hal ini akan menjadikan produk global merambah ke pasar lokal sehingga masyarakat akan memiliki banyak pilihan untuk satu produk sehingga diperoleh produk dengan kualitas lebih baik dengan harga yang lebih murah.
  3. Globalisasi perekonomian juga memperluas pasar satu produk / jasa yang dihasilkan oleh satu Negara. Menjadi penting untuk memperhatikan competitive advantage dari produk / jasa yang dihasilkan sehingga dapat terus bersaing di pasar dunia.
  4. Globalisasi ekonomi juga memungkinkan setiap pelaku bisnis pada satu negara untuk mendapat lebih banyak tambahan modal dan informasi sehingga dapat menjawab semua persoalan teknis ataupun memproduksi sesuai selera / kebutuhan global.

Dampak negatif dari Globalisasi ekonomi :

  1. Globalisasi ekonomi dengan perdagangan bebasnya menyebabkan tidak dapat lagi satu Negara memberlakukan tarif masuk yang tinggi untuk melindungi / memproteksi industri lokal. Sehingga akan muncul juga ketergantungan yang tinggi pada satu industri multinasional. Hal hal tersebut banyak terjadi pada Negara-negara berkembang termasuk didalamnya Indonesia.
  2. Pada beberapa negara yang kebanjiran produk luar negeri akan menjadikan penurunan nilai surplus ekspor artinya perolehan devisa akan menurun atau bisa juga minus.Hal ini akan mengganggu neraca pembayaran luar negeri satu Negara.
  3. Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang, apabila terjadi penurunan harga saham didalam negeri maka aliran dana akan mengalir keluar negri. Hal ini pada akhirnya akan menjadikan pertumbuhan ekonomi nasional satu negara akan menjadi buruk, masalah pengangguran akan meningkat dan memicu munculnya masalah sosial lainnya.

Pada tahun 2014 ini pertumbuhan ekonomi global akan mengalami perbaikan meskipun masih ada resiko negatif. Hal ini disebabkan pertumbuhan ekonomi AS yang mendekati 3%, berakhirnya perseteruan politik AS sehingga muncul normalisasi kebijakan, juga beberapa negara berhasil menekan defisit anggarannya. Terdapat tiga lembaga yang berperan dalam globlalisasi yaitu:

  • International Monetary Fund (IMF), dengan peran utama mengatur sistem keuangan dan nilai tukar internasional.
  • World Bank , dengan peran utama membiayai pembangunan kembali ekonomi akibat perang,bencana alam , pendidikan, kesehatan, infrastruktur serta ekonomi pasca konflik agama. Saat ini focus World Bank pada pengentasan kemiskinan global ( tujuan dari Millenium Development Goals = MDGs di th 2015 )
  • General Agreement on Tariff and Trade ( GATT ), yang kemudian mejadi World Trade Organization (WTO) memiliki peran utama merancang berbagai strategi ekonomi dan mempublikasikan kajian kajian yang berhubungan dengan perdagangan bebas dan ekonomi untuk menghapuskan hambatan tarif dan membuka pasar- pasar internasional.

Perekonomian Indonesia

Pertumbuhan perekonomian Indonesia diperkirakan akan mengalami perbaikan dan jauh lebih stabil dibandingkan Negara-negara berkembang lainnya. Pada tahun 2014 tingkat pertumbuhan 5,5% - 5,9%. Sedangkan di th 2015 diperkirakan pertumbuhan akan mencapai 5,8%- 6,1% (Growing Economic ) .Pertumbuhan perekonomian tentunya juga menjadi indikator tingkat kesejahteraan masyarakat. Jadi dapat dikatakan bahwa pada tahun ini dan mendatang tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia akan mengalami kenaikan kurang lebih 0,3 %. Tentunya dengan berbagai asumsi yang berlaku. Tingkat kesejahteraan yang meningkat harus menjadi kesempatan emas untuk dunia industri meningkatkan produktivitasnya. Karena daya beli masyarakat yang tentunya juga akan mengalami kenaikan.

Peningkatan pertumbuhan perekonomian Indonesia dikarenakan beberapa hal seperti :

  • Jumlah populasi yang besar ( peringkat 4 dunia ) dan peningkatan angkatan kerja yang produktif dan tumbuhnya kelompok middle income.
  • Sumber daya alam yang melimpah antara lain batubara, minyak, gas bumi ( berkat Tuhan bagi Negara kita).
  • Kinerja makro ekonomi yang kuat dan stabil, progres investasi langsung yang positif, laju inflasi yang terkendali, serta investasi sektor infrastruktur yang meningkat.
  • Pengelolaan kebijakan fiskal yang prudent : defisit anggaran kurang dari 3% terhadap produk domestik bruto dan manajemen pengendalian hutang yang baik.

Beberapa hal yang telah berhasil dilakukan oleh pemerintah Indonesia :

  • Respons kebijakan yang berdampak berkurangnya tekanan pada pasar keuangan.
  • Penurunan inflasi hingga dibawah dua digit.
  • Upaya menjaga kestabilan surplus neraca pembayaran
  • Mengurangi defisit neraca berjalan.

Tahun 2015 mendatang Indonesia akan menghadapi tantangan perubahan baru yaitu menuju pada Masyarakat atau Komunitas Ekonomi Asean ( KEA ). Hal ini akan menjadi peluang bisnis yang baik ( sangat menguntungkan ) sekaligus tantangan pasar bebas internasional bagi sektor jasa dan usaha kecil dan menengah. Menjadi peluang karena jumlah masyarakat atau Komunitas Ekonomi Asean sedikitnya mencapai 600 juta orang dan 40% dari jumlah tersebut ada di Indonesia. Menjadi penting diperhatikan agar para pemain di sektor jasa atau UKM ini memiliki daya saing yang baik dengan cara menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan ( Sustainable Competitive Advantage ). Keunggulan berkelanjutan itu dapat dibangun dengan memperhatikan superior resources dan superior skill. Pada akhirnya unit bisnis ( pada berbagai sektor termasuk UKM ) akan memiliki keunggulan posisi yang baik (Superior Position Advantage) dan membuat peningkatan dalam daya saing maupun performa yang ingin dicapai. (Drs. Thomas Indradjaja, MM, "PEREKONOMIAN DUNIA DAN INDONESIA", Pelita Kasih Edisi Maret 2015)