Post

Asyiknya Kelas Bahasa

22 Maret 2021

Asyiknya Kelas Bahasa

Asyiknya Kelas Bahasa

 

Sebagaimana biasanya anak-anak SMP yang baru saja lulus, aku juga sempat bingung perihal harus mengambil jurusan apa. IPA? IPS? Atau Bahasa? Walaupun sejujurnya, sedari awal aku memang sudah menambatkan hati pada kelas Bahasa. Selalu kurasakan, ada sesuatu yang magis dari bahasa dan kata. Bagaimana ia bisa menjadi suatu yang bebas bagi banyak pikiran. Bagaimana ia bisa menjadi suatu yang sejuk bagi banyak hati. Bagaimana ia bisa menjadi suatu yang universal bagi banyak individu. Dengan begitu, tanpa ragu aku mengambil jurusan Bahasa. Betul saja, di kelas Bahasa banyak sekali kudapatkan pemahaman-pemahaman baru mengenai bahasa. Sastra Indonesia dan Sastra Inggris misalnya, di kelas Bahasa betul-betul diperdalam dan diperluas wawasanku. Di kelas Bahasa, aku tidak hanya diajak untuk berenang-renang di tepian kata-kata, tetapi juga menyelaminya. Memahami apa-apa saja yang terselip dalam kata-kata. Aku dilatih menjadi seorang yang lebih kritis dan berpikir secara lebih luas. Masuk ke kelas bahasa, membuatku bisa berkenalan dengan dunia luar. Aku yang tidak pernah tahu-menahu soal bahasa Jepang, akhirnya belajar banyak tentang bahasa Jepang. Bahkan bukan hanya bahasanya, tetapi juga kebudayaan dan orang-orangnya. Membuatku menjadi seorang yang tidak hanya bergelut dengan teori dan ilmu pasti, tetapi juga benar-benar bisa mempraktikkannya dalam dunia nyata. Kali pertama aku masuk ke kelas bahasa, ada satu mata pelajaran yang tidak pernah kudengar sebelumnya, “Antropologi”. Ternyata, itu adalah ilmu tentang manusia dan hal-hal di sekitarnya. Melalui Antropologi, aku menyadari bahwa bahasa tidak bisa lepas dari budaya. Belajar bahwa bahasa menyatukan budaya dan budaya menyatukan manusia. Maka, betul bahwa bahasa adalah satu yang universal bagi banyak individu. Hal lain yang tidak kalah elok adalah aku bisa bertemu banyak orang-orang baru. Berkenalan dengan orang-orang yang tinggal ribuan kilometer dariku. Sering sekali hadir pengajar dari negara lain. Bahkan, mereka tidak hanya hadir untuk sekadar mengajar bagaimana mengucapkan angka 1-10 dalam bahasa mereka, tetapi juga untuk bertukar pikiran dan menceritakan hal-hal menarik di negaranya masing-masing. Rasanya seperti menapaki dunia luar tanpa harus benar-benar berada di tempat. Kesemuanya itu hanya bisa kudapat dari kelas Bahasa. Belajar bahasa membuatku menjadi seorang yang tidak sekadar terpaku pada teori-teori dan aturan-aturan. Belajar budaya membuatku menjadi seorang yang terbuka pada banyak kemungkinan dan pemikiran. Karena, bahasa dan budaya itu dinamis. Selalu bergerak dan tidak pernah diam di tempat.

 

 

Lungayu Endahrum

Kelas XII BB



Tags:

Comment (0)

Leave a Comment