Dad’s Role : Kehadiran Ayah Krusial
dalam Pengasuhan
- Maret 9, 2026
- Admin YSKI
- 11:58 am
Pada 10 Juli 2025, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia mencanangkan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Gerakan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengasuhan yang melibatkan kedua orang tua secara aktif, baik ayah maupun ibu.
Data di Indonesia menunjukkan bahwa masih banyak anak yang tumbuh tanpa kehadiran figur ayah (fatherless). Tahun 2021, data UNICEF menunjukkan sekitar 20,9% anak Indonesia tidak memiliki figur ayah. Pada tahun yang sama, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hanya sekitar 37,17% anak usia 0–5 tahun yang diasuh oleh kedua orang tua. Oleh karena itu, Kemendukbangga/BKKBN mendorong penguatan peran ayah melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini.
Menurut Palkovits (dalam Hidayati dkk., 2011), keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dapat dilihat melalui beberapa hal berikut:
- Terlibat dalam berbagai kegiatan anak
- Memiliki kontak dan interaksi dengan anak
- Memberikan dukungan finansial
- Meluangkan waktu bermain bersama anak
Pengasuhan bukanlah tanggung jawab ibu saja. Ayah dan ibu adalah satu tim yang bekerja sama dalam membesarkan anak. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan juga dapat dilihat dari kesediaannya untuk berpikir, merencanakan, memperhatikan, memantau, mengevaluasi, serta mendoakan anak-anaknya.
Ayah yang terlibat secara aktif dalam pengasuhan dan menerapkan pola asuh yang positif cenderung memiliki anak dengan kemampuan sosial dan kognitif yang baik serta tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Dengan demikian, kehadiran ayah memegang peran yang sangat penting dalam perkembangan anak.
Dampak Kehadiran Ayah dalam Pengasuhan Anak Usia Dini
- Perkembangan Kognitif
Bayi yang mendapatkan kehadiran figur ayah dalam pengasuhan menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif sejak usia 6 bulan. Pada usia 1 tahun, anak cenderung memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dibandingkan anak yang tidak memiliki figur ayah. Memasuki usia 3 tahun, tingkat inteligensinya juga cenderung lebih tinggi dibandingkan anak seusianya.
Keterlibatan ayah dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak juga dapat memperkaya kosakata anak. Selain itu, anak cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik karena dukungan ayah dapat merangsang kemampuan berpikir kritis serta meningkatkan motivasi belajar.
Dalam jangka panjang, anak yang memiliki keterlibatan ayah dalam pengasuhan memiliki peluang lebih besar untuk mencapai keberhasilan dalam pendidikan dan karier, serta memiliki risiko kenakalan remaja yang lebih rendah.
- Perkembangan Emosi dan Psikologis
Kehadiran ayah dalam kehidupan anak meningkatkan rasa aman, kepuasan, dan kebahagiaan anak. Anak juga lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan serta memiliki risiko depresi yang lebih rendah.
Kehangatan dan perhatian yang diberikan ayah memberikan pengaruh besar terhadap kesehatan mental anak. Hal ini juga membantu pembentukan konsep diri dan harga diri anak secara positif.
- Perkembangan Sosial
Peran ayah dalam pengasuhan berpengaruh terhadap perilaku prososial anak sejak usia sekitar 3 tahun. Anak yang memiliki kedekatan dengan ayah cenderung lebih mudah menjalin pertemanan dan mengalami konflik yang lebih sedikit dengan teman sebaya.
Kehangatan, bimbingan, dan perhatian dari seorang ayah membantu perkembangan kematangan moral anak. Anak menjadi lebih mudah bergaul, mampu bekerja sama, serta memiliki empati terhadap orang lain.
- Kesehatan Fisik
Peran ayah terhadap kesehatan anak sebenarnya sudah dimulai sejak masa kehamilan. Suami yang memberikan dukungan emosional kepada istrinya selama kehamilan dapat membantu menciptakan kondisi yang lebih baik bagi ibu dan bayi. Dukungan tersebut dapat berdampak pada proses kelahiran yang lebih lancar sehingga anak lahir dalam kondisi sehat.

Peran Ayah pada Masa Kanak-kanak
Ketika anak memasuki usia sekolah (6–12 tahun), kehadiran ayah sangat penting terutama dalam memberikan dukungan ketika anak:
- Membangun hubungan dengan saudara kandung dan teman sebaya
- Menghadapi tekanan dari lingkungan pertemanan
- Membutuhkan dukungan sosial
Keterlibatan ayah pada masa ini sangat berpengaruh terhadap terbentuknya kemandirian anak.
Peran Ayah pada Masa Remaja
Pada masa remaja, kehadiran ayah juga tetap sangat penting, antara lain sebagai:
- Panutan (Role Model)
Remaja membutuhkan teladan dalam menjalani kehidupan. Ayah memiliki peran penting dalam memberikan contoh sikap dan nilai hidup yang baik. - Pendamping
Ayah perlu mendampingi dan menjadi teman diskusi bagi remaja agar mereka tidak mudah terjerumus ke dalam pergaulan yang merugikan. - Konselor
Ayah hadir ketika remaja menghadapi masa-masa sulit dan harus mengambil keputusan penting dalam hidupnya. - Sahabat
Memasuki masa remaja, anak tidak lagi ingin diperlakukan seperti anak kecil. Ayah perlu memahami perubahan ini dan menempatkan diri sebagai sahabat yang dapat dipercaya.
Peran ayah pada masa remaja juga sangat penting dalam memberikan dorongan ketika anak mengalami kegagalan. Orang tua perlu menanamkan keberanian, kepercayaan diri, serta semangat untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi masalah.
Manfaat Keterlibatan Ayah bagi Ayah Sendiri
Kehadiran ayah dalam pengasuhan tidak hanya berdampak positif bagi anak, tetapi juga bagi ayah itu sendiri. Ayah yang terlibat aktif dalam pengasuhan biasanya menjadi lebih matang secara sosial, lebih mampu memahami diri sendiri, serta memiliki empati yang lebih baik terhadap orang lain.
Selain itu, ayah juga cenderung merasa lebih puas dengan kehidupannya, memiliki pengelolaan emosi yang lebih stabil, serta mampu membangun hubungan keluarga yang lebih harmonis. Kondisi ini pada akhirnya juga dapat berdampak positif pada kehidupan pekerjaan, kestabilan ekonomi keluarga, serta kebahagiaan dalam kehidupan pernikahan.
Penutup
Pendidikan dan pengasuhan anak bukanlah tanggung jawab ibu seorang diri. Ayah dan ibu perlu bekerja sama sebagai satu tim yang saling mendukung dalam membesarkan anak.
Mari menjadi ayah yang hadir dalam kehidupan anak-anak. Melalui kehadiran ayah dan ibu yang bersama-sama terlibat dalam pengasuhan, akan terbentuk keluarga yang berkualitas dan generasi masa depan yang kuat.
“Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” — Efesus 6:4
DAFTAR PUSTAKA
Astrellita, D.A, Abidin, M., 2024, Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak, IDEA: Jurnal Psikologi Volume 8 No. 2
Hidayati, F., Kaloeti, D.V.S., Karyono, 2011, Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak, Jurnal Psikologi Undip Vo., 9 No. 1
Parmanti, Purnamasari, S.E., 2015, Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak, InSight Volume 17 No. 2.