Educonference YSKI 2026
"Great Teachers for Great Schools"
- Agustus 18, 2026
- Admin YSKI
- 7:29 am
Dalam rangka memperingati 75 tahun Yayasan Sekolah Kristen Indonesia (YSKI), YSKI menyelenggarakan Educonference 2026 pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026, di Kampus SMP-SMA Kristen YSKI Semarang. Kegiatan ini diikuti sekitar 170 peserta, terdiri dari guru-guru jenjang PAUD hingga SMA, pimpinan sekolah, serta pengurus yayasan dari Semarang dan berbagai daerah, antara lain Ungaran, Blora, Temanggung, Wonosobo, Purwokerto, dan sekitarnya.
Mengusung tema “Great Teachers for Great Schools”, Educonference 2026 menjadi ruang belajar bersama bagi para pendidik dan pemimpin sekolah untuk memperkuat kompetensi, memperluas wawasan, dan mendapatkan inspirasi untuk menghadirkan pembelajaran yang semakin bermakna dan berdampak. Rangkaian kegiatan dikemas dalam tiga bagian utama, yaitu tiga sesi paralel pertama, general session, dan empat sesi paralel kedua.
Diawali dengan Topik Kepemimpinan dan Pembelajaran Bermakna serta Berdampak
Pada sesi paralel pertama, peserta dapat memilih tiga ruang belajar dengan tema yang berbeda. Salah satunya dikemas dalam bentuk talkshow bertema “Leadership and Governance for Developing Great School” yang menghadirkan Drs. Thomas Indradjaja, M.M., Dr. Sri Suciati, M.Hum., dan Samuel Yulianto Budiana, S.Si. Ketiga pembicara mengangkat poin yang berbeda namun saling melengkapi dalam membangun sekolah yang hebat. Thomas Indradjaja membahas pentingnya kepemimpinan strategis dan visioner dalam membawa sekolah bertumbuh dan menghadapi perubahan. Sri Suciati mengangkat pentingnya visi kepemimpinan, tata kelola yang akuntabel, pengembangan SDM dan ekosistem pembelajaran yang adaptif, serta sinergi dengan para pemangku kepentingan. Melengkapi kedua pembahasan tersebut, Samuel Yulianto Budiana menyoroti pentingnya membangun tim yang sehat dan kolaboratif agar pertumbuhan sekolah juga diikuti dengan pertumbuhan orang-orang di dalamnya.
Di sesi lainnya, Desy Setiowati, S.Pd., M.M. membawakan “Teaching for Impact : Integrating Global issues into Meaningful Project”. Ia mengajak guru bergerak dari pembelajaran yang hanya menghasilkan knowledge menuju life dan akhirnya impact. Pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada apa yang diketahui siswa, tetapi mendorong mereka melakukan aksi nyata dan memberikan dampak bagi lingkungan serta masyarakat. Sementara itu, Maya Elena Margaretha, S.E. melalui “Meaningful Assessment for Early Childhood Development” mengajak pendidik PAUD melihat asesmen sebagai bagian penting untuk memahami dan mendukung perkembangan anak secara lebih utuh, dengan menggunakan berbagai bentuk asesmen autentik.
General Session: Great Teachers for Great Schools
Seluruh peserta kemudian berkumpul dalam general session bersama Dr. Pramudianto, PCC. melalui tema “Great Teachers for Great Schools: Leadership, Culture, and System.” Sesi ini mengajak peserta merefleksikan kembali makna menjadi seorang guru hebat. Guru tidak hanya berperan sebagai educator, tetapi juga sebagai facilitator, role model, coach, dan inspirator yang membantu peserta didik berkembang secara utuh.
Melalui analogi “The Seed and the Soil”, peserta diajak memahami bahwa setiap anak memiliki potensi untuk bertumbuh. Guru dan lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam menyediakan “tanah” yang baik melalui relasi positif, dukungan, kesempatan belajar, umpan balik, dan kepercayaan.
Empat Pilihan Sesi Paralel Kedua
Setelah general session, peserta kembali memilih empat ruang belajar. Dr. Pramudianto, PCC. kembali hadir melalui tema “Teacher as a Coach”. Sesi ini mengajak guru mengembangkan peran coaching dalam mendampingi peserta didik agar mampu mengenali potensi, menetapkan tujuan, melakukan refleksi, dan bertumbuh secara lebih mandiri.
Dicky Yudha Pratama, S.Kom., M.Kom. melalui “Connecting Systems for Better Teaching” membahas bagaimana AI, data, dan berbagai sistem digital dapat diintegrasikan untuk mendukung proses pembelajaran dan tata kelola sekolah. Sementara itu, Tevan Adi Satria, S.Pd.Gr. membawakan “Designing Meaningful Future Classrooms for Science”. Ia mengajak guru merancang pembelajaran sains masa depan dengan memanfaatkan AI, Virtual Reality, dan Virtual Lab, serta menghubungkannya dengan SDGs, isu global, dan potensi lokal.
Pada sesi lainnya, Elisabeth Risa Kurniastuti, S.Psi., M.Si. mengangkat “Social Emotional Learning”. Peserta diajak memahami pentingnya self-awareness, self-management, social awareness, relationship skills, dan responsible decision-making sebagai bagian dari perkembangan peserta didik.
Banyak Inspirasi untuk Dibawa Pulang
Beragam materi yang disampaikan mendapatkan respons positif dari peserta. Bu Fitriani dari SMA Negeri 3 Semarang mengungkapkan bahwa Educonference memberikan wawasan baru tentang bagaimana pendidikan dapat memberikan dampak yang lebih luas. “Seru! Dengan Educonference ini saya belajar tentang memberi dampak yang lebih luas dan mengglobal bagi para siswa.” Pak Sebastian dari SMA Kristen Purwokerto mengatakan bahwa kegiatan ini membuatnya semakin memahami pentingnya SDGs dan isu global dalam pembelajaran. “Guru mestinya aware tentang isu-isu global dan memfasilitasi anak belajar tentang hal tersebut sehingga pembelajaran sungguh berdampak bagi siswa dan masyarakat luas. Acara yang luar biasa,” imbuhnya. Dari jenjang PAUD, Pak Ory dari PAUD Kristen Wonosobo menilai praktik baik yang dibagikan narasumber mengenai asesmen sangat menarik dan dapat menjadi bekal untuk dikembangkan di sekolahnya. Sementara itu, Bu Yekti dari SMA Masehi PSAK Semarang mengaku mendapatkan inspirasi dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin sekolah. “Sangat menginspirasi. Mengingatkan bahwa kita sebagai pimpinan di sekolah, bukan bos melainkan leader. Terima kasih YSKI.”
Great Teachers for Great Schools
Educonference 2026 menjadi pengingat bahwa great schools tidak lahir secara instan. Sekolah yang hebat dibangun oleh great teachers, yaitu guru dan pemimpin sekolah yang terus belajar, bertumbuh, dan berani beradaptasi dengan perubahan. Dalam momentum 75 tahun YSKI, semangat tersebut terus dihidupi sebagai komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang bermakna dan berdampak bagi generasi masa depan.