Yayasan Sekolah Kristen Indonesia – Great School

Pelatihan Kepemimpinan YSKI
Menyiapkan Pemimpin Sekolah yang Adaptif, Otentik, dan Berdaya Saing

Sabtu, 28 Februari 2026 lalu, Yayasan Sekolah Kristen Indonesia (YSKI) menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan bagi jajaran pimpinan YSKI dan perwakilan guru.  Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yaitu Prof. Dr. Berta Bekti Retnawati, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni SCU dan Drs. Thomas Indradjaja, MM (Manajer YSKI), yang membahas strategi pengembangan sekolah serta kompetensi pemimpin masa depan.

Pelatihan ini dirancang untuk memperlengkapi para pemimpin sekolah agar mampu merancang arah pengembangan yang fokus, realistis, dan berkelanjutan, sekaligus memiliki kompetensi kepemimpinan yang relevan dengan tantangan zaman.

 

Menguatkan Strategi melalui Dynamic Marketing Capability dan Authenticity

Pada sesi pertama, Prof. Berta membawakan materi bertajuk Leadership Berbasis Dynamic Marketing Capability & Authenticity. Ia menegaskan bahwa perubahan adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Dunia pendidikan kini berada dalam pusaran kompleksitas perubahan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), sehingga pimpinan sekolah dituntut mampu mengelola sumber daya dan kapabilitas unggulan secara dinamis.

Konsep Dynamic Marketing Capability (DMC) ditekankan sebagai kemampuan merespons perubahan pasar dan kebutuhan pemangku kepentingan secara cepat dan tepat, melalui tiga proses utama:

  • Sensing capability (peka membaca perubahan),
  • Seizing capability (mampu menangkap peluang), dan
  • Transforming capability (mampu melakukan rekonfigurasi dan pembaruan).

     

Lebih dari sekadar strategi, Prof. Berta menekankan pentingnya authenticity atau keotentikan pemimpin dan institusi. Keotentikan terbentuk melalui integritas, legitimasi, keterhubungan, orisinalitas, kecakapan, dan akurasi dalam bertindak. Sekolah yang mampu memadukan kapabilitas dinamis dan keotentikan akan memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan pada hakikatnya adalah tentang menciptakan nilai (leadership is about creating value) serta mengorkestrasi seluruh sumber daya sekolah menuju visi bersama.

 

Lima Pilar Kepemimpinan Masa Depan

Pada sesi kedua, Drs. Thomas Indradjaja mengangkat tema Future Leader: Challenges & Competences. Ia memetakan tantangan kepemimpinan ke dalam dua ranah besar: eksternal dan internal. Tantangan eksternal meliputi perubahan kebijakan, percepatan digitalisasi dan transparansi, persaingan pasar, serta tuntutan kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, tantangan internal mencakup generation gap, burnout SDM, budaya stagnan, serta rendahnya produktivitas personal.

Menurutnya, pemimpin masa depan perlu memiliki lima pilar utama:

  1. Authority – Memahami perbedaan antara kekuasaan struktural organisasi dan pengaruh personal. Kekuasaan tanpa visi akan stagnan, tanpa arah menjadi otoriter, dan tanpa kontrol diri akan melenceng.
  2. Competency/Capability – Menguasai strategi adaptif, melek data dan teknologi, serta memahami manajemen sistem.
  3. Credibility – Integritas yang menyatukan kata, tindakan, dan nilai sehingga melahirkan kepercayaan.
  4. Will/Passion – Gairah memimpin yang menjaga semangat perubahan dan menghindarkan dari kelelahan emosional.
  5. Courage – Keberanian mengambil keputusan tidak populer, mengubah budaya lama, menyiapkan kader pengganti, dan tetap bertindak berdasarkan hati nurani.

     

Ia juga menekankan pentingnya produktivitas personal sebagai kecakapan mengelola fokus, waktu, energi, dan aktivitas. Pemimpin yang efektif bukan hanya sibuk, tetapi mampu mengelola energi kehidupan—fisik, emosi, dan rohani—secara seimbang.


 

Menjadi Pemimpin yang Relevan di Masa Depan

Melalui pelatihan ini, YSKI menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh sebagai lembaga pendidikan yang responsif terhadap perubahan, namun tetap berakar pada nilai dan integritas. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menyiapkan pemimpin-pemimpin sekolah yang mampu menghadapi tantangan secara bijaksana, berani, dan berdaya saing; pemimpin yang relevan di masa depan.

abtu, 14 September 2024, Sekolah YSKI mengadakan Training Design Thinking yang dihadiri oleh para guru dari jenjang PG, TK, SD, SMP, hingga SMA. Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari upaya sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang inovatif dan kreatif.

Training ini dipandu oleh dua pembicara inspiratif, yaitu Ibu Kristina Roseven Nababan, S.Pd., M.Han., dan Bapak Gamaliel Septian Airlanda, M.Pd. Kedua ahli pendidikan ini membagikan pengalaman dan strategi mereka dalam menerapkan Design Thinking , sebuah metode berpikir yang berpusat pada solusi, untuk mendukung proses belajar-mengajar yang lebih efektif.

Selama sesi, para peserta diajak untuk berpikir kreatif dalam mengatasi tantangan pendidikan modern. Pembicara juga memberikan contoh-contoh konkret tentang bagaimana Design Thinking dapat diterapkan dalam berbagai situasi di kelas, mulai dari memahami kebutuhan siswa hingga menciptakan solusi inovatif yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Acara ini diharapkan mampu membekali para guru YSKI dengan keterampilan baru yang memungkinkan mereka untuk terus berkembang dan berinovasi dalam memberikan pendidikan berkualitas.