Yayasan Sekolah Kristen Indonesia – Great School

YSKI Future Edu Conference 2025

Berbagi Praktik Baik untuk Pendidikan Masa Depan

Yayasan Sekolah Kristen Indonesia (YSKI) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman melalui kegiatan YSKI Future Edu Conference 2025 : Sharing Best Practice. Acara yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 November 2025 di Kampus SMP-SMA Kristen YSKI Semarang itu,  merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan  HUT ke 74 YSKI. YSKI Future Edu Conference 2025 ini diikuti oleh lebih 120 guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PG, TK, SD, SMP, hingga SMA di Kota Semarang dan sekitarnya.

 

Bergerak, Beradaptasi, dan Berinovasi

Memasuki era digital yang serba cepat, dunia pendidikan dituntut untuk senantiasa bertransformasi. Guru sebagai ujung tombak pembelajaran perlu memperluas wawasan, mengasah kreativitas, serta menguasai teknologi pembelajaran mutakhir. Melalui kegiatan ini, YSKI berupaya memperkuat kapasitas guru agar mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Kapita Selekta Pendidikan, yaitu eksplorasi topik-topik strategis dan mutakhir yang relevan dengan dinamika pendidikan masa kini dan masa depan. Empat tema utama diangkat dalam konferensi ini:

    1. Inovasi Pendidikan Masa Depan: Integrating STEAM and Design Thinking in Early Childhood Learning
    2. Transformasi Pembelajaran Sains: Transforming Science using Virtual Experiments
    3. Pemanfaatan AI dalam Pendidikan: Smart Teaching with Artificial Intelligence
    4. Pendidikan Karakter di Era Digital: Designing Character Education in the Digital Era

 

Empat Narasumber, Satu Tujuan: Meningkatkan Mutu Guru

Keempat sesi tersebut menghadirkan narasumber inspiratif yang merupakan praktisi dan akademisi dari YSKI yang berpengalaman di bidangnya:

    1. Ikaningtyas Purnamasari, S.Psi., M.Pd., membahas penerapan STEAM dan Design Thinking dalam pembelajaran anak usia dini.
    2. Tevan Adi Satria, S.Pd., memperkenalkan konsep eksperimen virtual untuk memperkaya pengalaman belajar sains tanpa batas ruang laboratorium.
    3. Dicky Yudha Pratama, M.Kom., menjabarkan strategi Smart Teaching dengan bantuan kecerdasan buatan untuk pembelajaran yang adaptif dan personal.
    4. Yehuda Pramana, ST., M.Th., memaparkan perancangan pendidikan karakter yang kontekstual di era digital.

 

Wadah Kolaborasi dan Transformasi

Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan baru, namun juga keterampilan baru serta kesempatan untuk berjejaring dengan rekan guru dari sekolah-sekolah lain. Kegiatan berbagi praktik baik berlangsung dinamis dan interaktif, di mana para guru berdiskusi, berefleksi, serta mempraktikkan materi yang disampaikan oleh para narasumber. 

Beberapa peserta menyampaikan pandangannya tentang kegiatan yang diikutinya. Pdt. Petrus F. Setiadarma dari GIA Pringgading mengatakan,”Saya terberkati di sesi  eksperimen virtual. Semoga kemudian, kemajuan teknologi ini dapat dimanfaatkan oleh guru, sehingga hasil belajar anak-anak maksimal”. Ibu Fitri, guru TK Satria Tama Semarang, yang mengikuti sesi penerapan STEAM dan Design Thinking, menyatakan terinspirasi dengan praktik baik yang diikuti, bermanfaat untuk diterapkan di PAUD tempat bekerja serta menjadi bersemangat untuk belajar lagi. Sedangkan Ibu Nonik dari TK Wujud Kasih Ungaran yang mengikuti sesi perancangan pendidikan karakter berkata,”Penting sekali pendidikan karakter untuk anak-anak kita. Karena itu yang akan jadi bekal mereka ke depan. Maka kita harus fokus tentang hal ini. Terima kasih untuk YSKI yang mengadakan kegiatan ini. Di lain sesi, yaitu penggunaan kecerdasan buatan dalam pembelajaran, Bu Riyantiningsih dari TK Wujud Kasih, Ungaran menyatakan kegembiraannya mengikuti kegiatan ini karena meskipun agak gaptek dan guru TK, tapi termotivasi untuk berinovasi dalam menyusun pembelajaran yang menggunakan kecerdasan buatan.      

Kegiatan ini menjadi langkah nyata YSKI dalam membangun ekosistem pembelajaran yang transformatif, di mana guru tidak hanya mengajar, tetapi juga terus belajar dan berinovasi.
Melalui YSKI Future Edu Conference 2025, para pendidik didorong untuk terus menyalakan semangat pembaruan dan berbagi praktik terbaik guna mewujudkan pembelajaran yang bermakna di era digital. Nantikan forum inspiratif berikutnya, di mana para guru akan berkolaborasi dan berinovasi bersama untuk kemajuan pendidikan Indonesia.