SMA KRISTEN YSKI JADI SEKOLAH RUJUKAN

SMA Kristen YSKI Semarang tahun ini ditetapkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan sebagai satu-satunya SMA swasta yang menjadi sekolah rujukan di Kota Semarang. Adapun untuk SMA Negeri yang ditunjuk menjadi sekolah rujukan SMA 3.

”Sebagai sekolah yang ditetapkan sebagai sekolah rujukan, para guru maupun siswa harus memiliki semangat untuk menjaga kepercayaan pemerintah ini. Karena di setiap kabupaten/kota, hanya ada 1 SMA swasta dan 1 SMA negeri yang menjadi sekolah rujukan bagi seluruh sekolah SMA lain yang ada di kota ini,” ungkap Endang Purwaningtyas, pengawas SMA dari Dinas Pendidikan Kota Semarang dalam ”Sosialisasi Program SMA Rujukan” yang dilaksanakan di SMA Kristen YSKI Jl Sidodadi Timur No 23 Semarang, Sabtu (10/9). Hadir dalam acara ini, para kepala sekolah, guru, komite sekolah, perwakilan media dan orang tua siswa.

Ia menambahkan jika ditunjuk dan ditetapkan sebagai sekolah rujukan berarti ada sesuatu yang lebih di sekolah tersebut. Baik dari sisi sarana prasarannya, sumber daya manusianya maupun prestasi yang diraihnya selama ini.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Kristen YSKI Agustine Ratih mengungkapkan awalnya pihak sekolah tidak menduga jika tahun ini ditunjuk sebagai sekolah rujukan. Selama ini sekolah tersebut dalam proses belajar mengajar selalu berpatokan dan menjalankan program yang sudah digariskan oleh Dinas Pendidikan.

”Kalau kemudian kami ditunjuk sebagai SMA rujukan tentu akan memacu kami untuk meningkatkan kinerja para pengajar, kualitas pendidikan siswa serta sarana dan prasarana yang ada,” jelasnya didampingi Kepala Sekolah Haryono.

Terkait penetapan menjadi sekolah rujukan ini, maka sekolah-sekolah SMA swasta lainnya yang ada di Semarang akan datang belajar di SMA Kristen YSKI. Karena itu, semua guru yang ada di sekolah diminta untuk terus mengembangkan diri.

Selain itu, ia berharap, dengan menjadi sekolah rujukan, kualitas SMA Kristen YSKI bisa lebih meningkat dibanding dengan sebelumnya. ”Kepercayaan pemerintah ini akan memacu para guru dan siswa untuk terus berpacu dan terus meningkatkan pretasi, baik itu akademik atau pun nonakademik,” jelasnya.

Apalagi, lanjut dia, untuk terpilih menjadi sekolah rujukan ada sejumlah kriteria yang harus dimiliki. Mulai dari telah melaksanakan K13, akreditasinya A, indeks integritas ujian nasional dan SKS.

Selain itu, sambung dia, sekolah harus memenuhi delapan standar. Yakni, isi, proses, kompetensi kelulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, standar pembiayaan dan penilaian.

Agustin menjelaskan tahun 2016 adalah tahun pertama bagi SMA Kristen YSKI sebagai sekolah rujukan. Tugas yang diemban tahun ini adalah tahap penataan. Kegiatan yang dilakukan adalah persiapan, penyusunan program, konsolidasi, sosialisasi, asistensi, dan sinkronisasi program.

”Dari arahan Dinas Pendidikan, sekolah wajib melakukan persiapan dengan mengumpulkan data dan informasi lengkap mengenai kondisi sekolah. Kemudian sekolah harus melakukan analisis konteks, meliputi analisis SNP dengan fokus pada 4 standar yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses dan standar penilaian pendidikan, serta analisis lingkungan eksternal,” paparnya.

Sumber : http://berita.suaramerdeka.com/sma-kristen-yski-dan-sma-3-jadi-sekolah-rujukan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *